Melawan Krisis Optimisme


Tinggalkan Pesimisme dan Dekati Optimisme 

"Tidak ada yang lebih menyesakan dari kondisi dimana hidup kita terjebak di dunia yang penuh pikiran negatif dan sifat pesimis"
Semuanya menjadi terlihat berat untuk dijalani. Merasa dunia sangat tidak adil memperlakukannya. Pesimis memang hal terlarang bagi mereka yang ingin sukses dan bahagia. Namun ada saja yang memanggil si "pesimis" ini datang ke kehidupan kita. Kegagalan! keterbatasan! kekhawatiran! ketakutan! semua hal yang seringkali dipikirkan. Dan tidak hanya sekali tetapi berkali-kali. Ya, mungkin itu ada kaitannya dengan "overthinking".  Kita membuat masalah sendiri jika kita overthinking, sesuatu yang sebenarnya tidak ada tetapi hanya di dalam pikiran saja.  

Keluar rumah, terus lihat Tetangga Beli Mobil Baru. 
Mulut berkata: "wah selamat ya, udah beli mobil, mobilnya bagus"
Hati berkata: "tuhh baru namanya orang, kamu sih apa penghasilannya aja menyedihkan, sampai pabriknya tutup aja nggak mungkin punya uang buat beli" "dasar payah" 

Buka Facebook, tampil di beranda pergantian status "Si A telah menikah dengan si B"
Tangan: klik like, komen "selamat samawa muah muah"
Hati: "ada jodohnya gak si saya, kalau sampai tua tidak datang-datang juga bagaimana, perasaan orang tua saya nanti gimana, apa kata tetangga nanti"

Buka Instagram, si A baru posting foto pakai toga dan slempang dengan ujung S.H
Tangan: langsung komen "selamat calon pengacara, semoga masa depannya cerah dan sukses ya"
Hati: "seandainya bisa kuliah kaya dia, mungkin...., mungkin..., dan mungkin..."

WA teman, bilang mau main ke rumah, "maaf tapi saya lagi liburan ke Bali"
Mulut: "oh liburan nggak ngajak-ajak, ya udah hati-hati, selamat liburan ya"
Hati: "enak ya dia, nggak kaya saya yang karyawan, duduk terus disini, entah kapan bisa liburannya"

Benar kata pepatah, Rumput tetangga memang selalu lebih hijau dari rumput sendiri. Pada akhirnya pandangan negatif terhadap kehidupan diri sendiri terus berlanjut. Tidur terbayang-bayang, di toilet kepikiran, pas nunggu bis keinget, dan dimana-dimana yang ujung-ujungnya membuat seseorang menjadi overthinking. 

OVERTHINKING- The Art of Creating Problems That WERE NOT EVEN THERE
Pernah dengan quote di atas? Ya.. mikir memang perlu, tetapi kalau berlebihan jadi pengganggu. Membandingkan keberuntungan hidup orang lain dengan kesialan hidup diri sendiri biasanya menjadi penyebab seseorang yang overthingking. Seringnya akan menjadi lupa bahwa dalam hidup pasti ada kenikmatan yang Tuhan berikan. 

Saya juga pernah merasakan, apalagi kalau udah buka sosial medial. Perasaan iri pasti pernah muncul lah, merasa kalau mereka beruntung sekali hidupnya. Padahal di sosial media itu yang dilihat memang apa yang ingin mereka pamerin, belum tentu di kehidupan nyata ceritanya sama. 

Pertama sih niatnya biar ada kerjaan aja pas break, tapi eh scrolling dan lihat banyak postingan yang bikin hati kecil dan kaya pesimis gitu dengan diri sendiri. Entah saya saja atau ada juga yang habis scrolling media sosial malahan jadi pusing. Kaya sedikit frustasi gitu. 

"Tidur aja deh" biasanya itu jadi pilihan saya pas lagi stress. Padahal itu bukan sebuah solusi. Soalnya pas tidur memang lupa sama masalahnya, tetapi bangun ya keinget lagi. Seseorang yang dilanda pesimisme, seharusnya mencari hal-hal yang bisa membawanya ke arah yang penuh optimisme. Mungkin lewat motivator, Om Mario Teguh misalnya. Saya senang baca postingan beliau, terutama yang ada humornya. 

Source: Instagram.com
Selain baca-baca wejangan dari motivator, meme juga banyak menolong saya pas mood lagi down. 
Source: Instagram.com
Jangan sekali-kali baca quotes-quotes galau, karena bakal buat hidup terasa lebih parah. Musik juga banyak membantu mengembalikan mood dan membakar semangat untuk kembali optimis. Musik apa saja yang disukai, asal jangan lagu yang galau. Streaming Youtube dan cari video lucu juga ampuh untuk mengusir sedih, mood jelek, dan pesimisme. 

Biasanya setelah itu saya bisa cerita lagi, dan malahan kaya merasa lucu. Ingat, kok saya sebodoh itu ya mau-maunya galau, mau-maunya buang waktu buat mikirin urusan orang lain, saya terlalu berani mendahului takdir Tuhan. Saya ingin kalian dan semua teman-teman bisa selalu optimis dengan hidup kalian, karena negara ini juga butuh kalian yang berani untuk optimis. 

Ingat Donald Trump menjadi presiden pada umur 70 tahun, saat Obama justru pensiun menjadi Presiden pada umur 55 tahun. Kita punya cerita sendiri and we have our own time. Jika bukan sekarang, YAKIN pasti suatu saat nanti.

Comments

  1. Baca ini pas lagi bad mood.
    Terima kasih sudah mengingatkan 😉

    ReplyDelete
    Replies
    1. Don't worry.. i'd like to cheer you up dear :)

      Delete

Post a Comment